Inilah Alasan Kenapa Tidak Semua Makanan Yang Berjamur Harus Dibuang

“pemutih

obat jerawat ampuh klick di sini
image source: numpangdemo.com

image source: numpangdemo.com

Banyak makanan harus terbuang sia-sia sebab terlalu lama disimpan. Selain rasa dan aromanya yang tidak enak juga sebab berjamur. Oleh sebab itu, makanan ini terkadang dibuang. Mold adalah salah satu jamur yang heterotrof, yang tidak dapat menjadikan makanan sendiri seperti tanaman. Jamur ini akan menurunkan molekul organik kompleks yang berada di lingkungannya menjadi molekul yang lebih kecil yang dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi.

Mold ini dapat menjadikan dan melepaskan racun mikotoksin di dalam makanan yang dari waktu ke waktu dapat mengakibatkan alergi maupun gangguan pernafasan. Akan tetapi, tidak semua jamur pada makanan akan menghasilkan mikotoksin atau zat lainnya yang berbahaya.

Beberapa jenis keju, seperti halnya Roquefort yang memiliki bintik dengan karakteristik biru kehijauan ini adalah keju yang memakai pemakaian jamur akan tetapi tetap aman untuk dikonsumsi. Untuk memperoleh kualitas dari keju ini, pembuat keju terkadang memperkenalkan jamur yang sehat yang dapat dimakan pada saat proses pembuatan keju berlangsung. Dan alhasil keju ini aman untuk dikonsumsi.

Tidak semua makanan yang berjamur ini harus dibuang, hanya beberapa saja yang tidak boleh untuk dikonsumsi. Seperti pada makanan yang lembut dan juga basah. Sebab jamur akan tumbuh di dalamnya serta tidak akan menampakkan dirinya seperti halnya pada jamur yang ada pada daging, pasta matang, kacang, yogurt, keju yang bertekstur lembut.

Sementara untuk daging yang berjamur haruslah dibuang, akan tetapi tidak berlaku pada sosis salami yang bertekstur keras sebab jamur yang ada pada permukaan dagingnya ini dapat dikupas atau dibuang dengan mudah.  Dan untuk roti yang sudah berjamur ini sebenarnya juga masih dapat dipanggang kembali untuk mematikan jamur yang tumbuh. Dan jika untuk keju, sayuran atau buah yang bertekstur keras juga bisa dikonsumsi setelah memotong bagian yang ada jamurnya. Dan pastikanlah untuk memotong bagian yang ada jamurnya ini kurang lebih 2,5 cm dari bagian yang tidak terkena jamur.

Jika Anda suka dengan artikel ini dan merasa bermanfaat, silahkan beritahu teman anda agar tahu serta menyebarkannya lewat media di bawah ini.

“pelangsing